Sabtu, 10 Maret 2012

Mantera Melayu Lama

Mantra Santet Orang Melayu Puak Melayu, Dalam perkembangannya, Mantera bisa bermakna Sesuatu bunyi suara, gerak, rasa dan/atau fikir yang diyakini bisa menghasilkan metaenergi jika diucapkan, digerakkan, dirasa dan diolah fikirkan oleh orang yang menguasainya, sehingga masuk ke dalam alam pikiran sadar maupun bawah sadar serta sistem syaraf.

Mantra bisa didapat dari sumber agama, ilham atau diciptakan oleh manusia dan lainnya yang memiliki kelayakan.Alix Needham, seorang specialist advisor on stress to the National Council of Hypnotherapists di Inggeris, menyarankan agar Anda menciptakan mantra keberuntungan sendiri. “Mulai dan akhiri setiap hari dengan mengulangi pernyataan yang membuat Anda selalu merasa positif.

Misalnya, ‘Hal-hal baik pasti mendatangi saya.’ Jadikan itu sebagai mantra. Jika Anda sering mengatakannya, maka akan merasuk ke alam bawah sadar dan bersenyawa dengan tubuh Anda. Otomatis, cara Anda berinteraksi pun ikut berubah.”Untuk membuat sebuah mantra, dibutuhkan Olah Kognitif, Olah Afektif, Olah Psikomotorik yang mendalam dan totalitas secara sugestif atau laku spiritual sehingga tercipta metaresonansi antara fikiran-tubuh, kondisi sadar, bawah sadar dengan Kausa Prima yang kita yakini.

Dalam berbagai mobilitas kehidupan, puak Melayu mempunyai tradisi membaca mantera. Mantera jenis ini bertujuan untuk mempermudah pekerjaan, biasanya dibaca ketika akan memulai pekerjaKn. Mantra pekerjaan jumlahnya lebih sedikit dibanding mantra pakaian dan pelindung diri, dan terkadang, terjadi juga tumpang tindih antara kedua jenis mantra ini, sehingga mantra pelindung diri dipakai untuk mempermudah pekerjaan. Sebagai contoh, seseorang sering membaca mantra ‘pemanis’ dengan harapan orang lain akan senang kepadanya, sehingga pekerjaan jadi mudah dan lancar. Pekerjaan yang dibacakan mantra biasanya berkaitan dengan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, seperti bercocok tanam, berburu, berniaga, melaut dan lain sebagainya.

Dalam pandangan hidup puak Melayu, ada keyakinan bahwa tanah, air, matahari, bulan, tanaman, binatang, jin dan makhluk/benda lainnya memiliki semangat (spirit). Untuk itu, diperlukan pembacaan mantra agar semangat benda atau makhluk tersebut tetap positif bagi manusia.

btw, Melayu secara puak, bukan dilihat dari faktor genekologi seperti puak-puak lain.
Di Malaysia, tetap mengaku berpuak melayu walau moyang mereka berpuak Jawa, Mandailing, Bugis, Keling dll. beberapa tempat di Sumatera Utara, ada beberapa Komunitas keturunan Batak yang mengaku “Orang Kampong”- Puak Melayu. Ini semua karena diikat oleh kesamaan agama yaitu islam, Bahasa dan Adat Resam Melayu.


Jadi, Melayu adalah: “Beragama Islam, beradat resam Melayu dan Berbahasa melayu”.

Karena ikatan Islam itulah, Orang melayu yang masih berpegang pada konsep tradisi namun akan takut jika tidak disebut Islam.

Kata “Laailaha Illallah Muhammadarosulullah” sebagai gerbang keislaman, selalu dipakai Orang Melayu dalam berbagai amalan, karena melayu percaya bahwa semua amalan akan tidak tertolak dalam pemahaman Islam jika mengucap Laailaha Illallah Muhammadarosulullah.

Dalam berbagai mobilitas kehidupan, puak Melayu mempunyai tradisi membaca mantera. Mantera jenis ini bertujuan untuk mempermudah pekerjaan, biasanya dibaca ketika akan memulai pekerjaan. Mantra pekerjaan jumlahnya lebih sedikit dibanding mantra pakaian dan pelindung diri, dan terkadang, terjadi juga tumpang tindih antara kedua jenis mantra ini, sehingga mantra pelindung diri dipakai untuk mempermudah pekerjaan. Sebagai contoh, seseorang sering membaca mantra ‘pemanis’ dengan harapan orang lain akan senang kepadanya, sehingga pekerjaan jadi mudah dan lancar. Pekerjaan yang dibacakan mantra biasanya berkaitan dengan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, seperti bercocok tanam, berburu, berniaga, melaut dan lain sebagainya.

Dalam pandangan hidup puak Melayu, ada keyakinan bahwa tanah, air, matahari, bulan, tanaman, binatang, jin dan makhluk/benda lainnya memiliki semangat (spirit). Untuk itu, diperlukan pembacaan mantra agar semangat benda atau makhluk tersebut tetap positif bagi manusia. Berikut ini contoh beberapa mantra tersebut.



Mantra Penahan atau Penguat

a. Mantra Pengeras Badan
Ya man, ya ras, ya Malik
Ya kuserahkan kepada kamu

b. Mantra Penahan Kulit
Kejang aku kejang rungkup
Kejang tunjang tengah laman
Kebal aku kebal tutup
Terkucap kulit tak berjalan
Terkunci terkancing tak mara

c. Mantra Kuat Tenaga
Bismillahirrahmanirrohim
Hai besi bangunlah engkau si raja besi
Yang bernama si ganda bisa
Engkau duduk di kepala jantungku
Bersandar di tiang arasy
Kuminta tinggalkan insanku
Kuminta rendah insan sekalian
Berkat aku memakai wujud kodrat sayyidina ali
Bujur lalu melintang patah
Lalu juga kehendak Allah
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

d. Mantra “Pengering” Olahraga (membuat lawan bermain gentar)
Bismillahirrahmanirrohim
Assalamualaikum…mualaikum salam
Harimau datang mayat semua menanti
Mayat datang harimau semua menanti
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

e. Mantra Pengeras Tendangan
Bismillahirrahmanirrohim
Auzubilla minannar arrim
Mufaiza hatal ya rasulullah iza kital maut
Mim kepalaku, bahuku nun
Pusatku dal
Kakiku alam-tubuhku
Aku kasih Allah


Mantra Semangat Padi

1
Nur cahaya munallah
Nur cahaya mun putih
Name semangat tapak kebun
Berkat lailaha illallah
Muhamadarrasulullah

2

Bulat batu kubula bulat
Bulat batang padi
Aku tahu asal kau ulat
Mate beras mate kau menjadi
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

3

Hai dayang hijau
Lemah lembut asal kau menjadi yang ikut
Panjang kuku
Panjang kaki
Panjang tangan
Sah aku menawar
Buah padi menghijau
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah


Mantra Penunduk

a. Mantra Pelemah Asal
Bismillahirrahmanirahim
Assalamualaikum
Badan engkau bernama tanah
Tanah mekhayal darah
Engkau bernama darah muharrap
Urat engkau bernama mahdini
Tatkala bapak engkau mengandung darah putih
Tatkala ibu engkau mengandung darah merah
Cih menguceh
Mani asal engkau menjadi
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

b. Mantra Pelemah
Bismillahirrahmanirrahim
Rebah ramu engkau berdiri ramu aku
Rebah syarak engkau berdiri syarak aku
Aku mengambil baja sejengkal dalam diri engkau
Berkat lailaha illallah
Muhammadurrasulullah

c. Mantra Penunduk
Gempa ali gempa gempita
Dang sari gajah berlenggang
Sah aku anak harimau yang garang
Batu congkol hatiku
Nibung kering tulangku
Berkat doa baginda Ali
Gentar bumi gentar langit

d. Mantra Penunduk Hantu Laut
Hai hai, anak datuk laut
Nyalah engkau, pergilah
Jikalau engkau tidak pergi
Aku pukul dengan ijuk tunggal
Dengan ijuk pusaka
Aku sekal kepalamu dengan sengkalan
Aku tau asalmu jadi
Dari kun fayakun
Berkat kalimat laihaillallah
Muhammadarrasulullah
Pua-pua adanya

e. Mantra Penunduk Buaya
Hai si jambu rakai
Sambutlah
Pekiriman putri
Runduk di gunung
Ledang
Embacang masak sebiji bulat
Penyikat tujuh penyikat
Pengarang tujuh pengarang
Diorak dikembang jangan
Kalau kau sambut
Dua hari jalan ketiga
Ke darat kau dapat makan
Ke laut kau dapat aku
Aku tau asal kau jadi
Tanah liat asal kau jadi
Tulang buku tebu asal kau jadi
Darah kau gila, dada kau upih

f. Mantra Penghalau Setan
Bismillahirrahmanirahim
Hantu raya jembalang raya
Datang engkau dari hutan raya
Kembalilah engkau ke hutan raya
Engkau jangan bertemu anak sidang manusia
Jika bertemu anak sidang manusia
Tunduk engkau tujuh kali kepada aku
Umat Muhammadlah yang sebenarnya
Berkat kata laihaillallah Muhammadarrasulullah

g. Mantra Agar Menang
Allah kata salah
Muhammad kata silih
Jibrail kata fana
h. Mantra Penunduk Anjing
patah ranting ditendang kuda
mulut terkancing mata buta
puh!

Mantra Pemanis dan Pengasih

a. Pemanis Minyak
Tuang minyak kutuang
Kutuang di tapak tangan
Bukan aku minyak seorang
Aku minyak bulan bintang
Matahari dan cahaya
Cahaya bulan dan cahaya aku
Cahaya bintang cahaya aku
Cahaya matahari cahaya aku
Cahaya Allah cahaya Muhammad
Berkait la ilahaillallah
Muhammadarrasulullah

b. Pelembut Hati
Yatim aku mati tasauf kata Allah (3x)
Roh kalam kawah kali-kali
Aku buang darah gemuruh
Aku naik darah berani

c. Pengasih Bini
Salatu salamu alisa isa wamumni
Aku ambil hidup engkau
Sampai mati akulah tuhan engkau
Akulah nabi engkau di dunia ini

d. Bedak Pemanis
Bedak olak olek
Mari pakai ujung gunting
Kupakai bedak di luar kulit
Mesra dalam daging
Dengan berkat doa lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

e. Peseri Muka
Sirih senggang kuning
Naik belukar muda
Muka aku bagai anak mambang kuning
Berkat aku memakai doa setandang muda
Matahari tidak berseri
Seri naik ke tubuhku
Bulan tidak bercahaya
Cahaya naik ke mukaku
Cahya Allah caha Muhammad
Cahya baginda Rasulullah


1. Mantera Pengasihan Buluh Perindu:
“Biss…
Merindu si buluh perindu betandak dlm dulang
waktu cinta merindu disitu aku datang
buluh mendesak berahi sudah tetegak
rindu menyesak aku nan diagak

usah beleha hai engkau buluh perindu
aku dah kempuhunan becinta,
becinta kepada si…….

lesapkan isi hati si…..
lesapkan isi benak si…..
beganti isi hati si….. merinduku
beganti isi benak si….mengenangku

jangan engkau durhaka hai bulu perindu
kalau engkau durhaka
durkaka engkau akan Allah
durhaka engkau akan Muhammad
durhaka engkau akan baginda rasulullah
durhaka engkau akan aku

makbul doa pengajar guruku
mustajab akan si ……
berkat lailahaillallah”.

pakai buluh perindu, bacakan mantera 7kali di malam 13,14, 15 purnama, masukkan dlm uncang kecil seukuran buluh perindu.
sebelumnya uncang sdh di beri minyak seibu bunga yg jg dibacain mantera melayu diatas.

2.Mantera Pengasihan Bulu Perindu

BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Bulu perindu bulu berendam,
Tanah selasih di lubuk batu,
Kus…..mangat[si pulan]
Tunduk dan kasih sayang kepadaku…[permohonan yang lain-lain lagi],
Berkat doa Laillaha illallah,muhammad Rasulullah.

disemburkan pada makanan atau minuman untuk di makan atau di minum si…
moko poji:

Tentu sangat banyak. Di Melayu ada salah satunya;


“Limauku silimau manis
sait diatas talam
pekerjaanku semata manis
seperti asam dengan garam
sebimbar dua mimbar
setentang dua tentang
siapa menentang siapa manis
siapa menentang siapa gila
elok tuah badanku
mersing seri mukaku
limpah rizki dengan aku
tiada kemungkin tanggal
tiada kemungkin bekecai
kuuur semangat diaku

makbul doa pengajar guruku
mustajab akan aku
kabul Allah
Kabul muhammad
Kabul Baginda rasulullah
Berkat laailaha illallah
muhammadarosulullah”

Mantra diatas namanya “Kedangsa Sitinggi Naik”.
dilaksanakan pada 15 hari bulan purnama.
Bahannya:
7 buah limau kedangsa (dipetik langsung dari pohon)
Sirih temu urat
Pinang sundari melurus
gambir
kapur
air perigi di tengah ladang.


BESI KURSANI
Di Masyarakat Melayu, ada Ilmu Besi Kursani.Ilmu Besi Kursani ini biasanya diperuntukkan untuk keselamatan alamiah dari Sang Empunya Maha, untuk mengaktifkan daya kebal tubuh, untuk membungkam musuh, untuk pemagaran benda berharga dari kejahatan atau pencurian, untuk meningkatkan daya pukulan, untuk meradar bahaya dan racun-bisa-ipoh dalam tempat dan makanan, dan untuk menembus kekebalan orang lain.

Ada beberapa versi mantera besi kursani dikalangan keilmuan melayu menurut tingkat muasalnya. Disini saya sajikan 3 mantera bagi anda untuk dijadikan penelaahan.

“Besi Pasak, Besi Kursani
Tegak tertanam dalam badanku
Berkat Laailahaillallah
huallah”.

“Hai Besi Putih Besi Kursani
Besi Palilit di pinggangku
Kuat aku bak Saidina Ali
Gagah aku bak Saidina Hamzah
Alhamdu, Alhamdu, Alhamdu
Usah dikau makan hati yang putih
Engkau makan darah dengan daging
Jikalau engkau makan hati yang putih
Durhaka engkau kepada Allah,
Hai Kaddam Kuddim
Keluarlah engkau daripada tempat yang jahat
Ke tujuh lapisan langit dan ke tujuh lapisan bumi
Keluarlah engkau daripada tempatnya
Berkat doa Lailaha Illallah Muhammad rasulullah”

Serta sebuah lagi mantera melayu tentang besi kursani yaitu:

“Terdirilah besi kursani
Didalam batang tubuhku,
Dengan aku mengetahui
Laahaula wa laa quataillabillahi ‘aliyul ‘adzim,
Yahun kanda dengan aku mengetahui
Laahaula wa laa quataillabillahi ‘aliyul ‘adzim,
Fillah amri saina yang bangkit
Dengan aku mengetahui
Laahaula wa laa quataillabillahi ‘aliyul ‘adzim,
Sandalmanzud Rasulullahi salallahu alaihi wassalam
Qullahu ‘adzim. Alfatihah”.
   

dikutip untuk dilestarikan, untuk dikenang ke agungan budaya melayu tanpa maksud komersial   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar